Definisi
Survival
Arti
survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini
hanyalah
menurut versi pencinta alam ;
Sadarkan diri dalam keadaan
gawat darurat
Usahakan untuk tetap tenang dan
tabah
Rasa takut dan putus asa harus
hilangkan
Vitalitas mesti ditingkatkan
Ingin tetap hidup dan selamat
itu tujuannya
Variasi alam bisa dimanfaatkan
Asal mengerti, berlatih dan tahu
caranya
Lancar
dan selamat
Jika
anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tersebut,
agar
dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika
anda
tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
ü Stop
& seating / berhenti dan duduklah
ü Thingking
/ berpikirlah
ü Observe
/ amati keadaan sekitar
ü Planning
/ buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Survival berasal dari kata survive yang
berarti mampu mempertahankan diri dari
keadaan tertentu. Dalam hal ini mampu mempertahankan diri
dari keadaan yang buruk dan
kritis. Sedangkan Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.
Survival
adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup.
Dalam
situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena
dapat
berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan
berakibat
fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi
dapat
menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas
dalam mencapai tujuan akhir.
Dalam
keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan
tubuh,
bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak
akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam
usaha mengatur diri saat keadaan
darurat adalah kunci dari survival.
Pengaturan disini
adalah memelihara ketrampilan
dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru,
tidak hanya badan terganggu akantetapi dapat langsung berdampak terhadap
kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis
kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.
Dalam
kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau
psikologis
untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan
gagasan-gagasan
dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang
pernah
diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang
terbukti
dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan
adaptasi efektif.
Berikut
adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :
1.
Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik
untuk
bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan
hidup.
survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.
2.
Selanjutnya dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam.
sejak
keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur
yang
sangat berpengaruh pada tubuh. Untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat
melindunginya
contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh,jika tidak
ada rumah, tenda atau gua. Api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua
3.
Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan
terbebas
dari CO2, asam dan pemborosan lain. Istirahat yang dimaksud adalah
istirahat
fisik dan juga mental sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk
bertahan.
Dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.
4. Air.
Kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah
persoalan
didalam survival. Tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang
mengandung
air dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. Air
dapat
menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. Kondisi
lingkungan
yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari, sehingga air dapat dimasukkan kedalam
prioritas keempat. Sangatlah
bijaksana
apabila pemakaian air dapat dihemat.
5.
Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. Tetapi sementara banyak
manusia
di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan
berhari-hari.
Catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan
selama
40 sampai 70 hari. Keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas
terakhir
dalam survival. Penghematan energi adalah salah satu cara untuk
mengimbangi kekurangan makanan.
Sikap dalam Survival
Sikap
cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus
dapat
berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan
darurat.
Hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan
keterampilan.
Bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan
kemauan
untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali.
Kondisi yang demikian sangat
membahayakan
dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. Juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang
anda lihat. Sikap mental positif
sangat
diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.
Apa saja
yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua
persoalan
:
1.
Kesiapan mendiskusikan dengan jelas “apakah anda ingin hidup ?”, ungkapan
yang
sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri.
Banyak
kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik
ekstrem
dan mental stress ke posisi tenang. Sadar atau tidak orang mempunyai
kekuatan
untuk dirinya sendiri terhadap kematian. Oleh karena itu setiap orang
juga
mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.
2.
Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu
mempertahankan
kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum
dengan temperatur 37 derajat C. Mengabaikan temperatur
lingkungan akan menyebabkan penyempitan
susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah,
menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak
cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang
akhirnya berakibat fatal. Pengetahuan dan
pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya, penghematan sumberdaya seperti
energi, panas dan air adalah penting.
Mengapa
ada Survival ?
Timbulnya
kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari
kesulitan
yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
ü Keadaan
alam (cuaca dan medan)
ü Keadaan
mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
ü Keadaan
diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)
ü Banyaknya
kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan
kita
sendiri. Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang
Survivor
mampu bertahan atau tidak, antara lain : mental, kurang lebih 80%
kesiapan
kita dalam survival terletak dari kesiapan mental kita.Timbulnya kebutuhan
survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb
antara lain :
ü Keadaan
alam (cuaca dan medan)
ü Keadaan
mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
ü Keadaan
diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) Banyaknya
kesulitan-kesulitan tsb biasanya
timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.
Kebutuhan survival
Yang
harus dipunyai oleh seorang survivor
adalah :
1.
Sikap mental ; Semangat untuk tetap hidup, Kepercayaan diri, Akal sehat,
Disiplin
dan rencana matang serta Kemampuan belajar dari pengalaman]
2.
Pengetahuan ; Cara membuat bivak, Cara memperoleh air, Cara mendapatkan
makanan,
Cara membuat api, Pengetahuan orientasi medan, Cara mengatasi gangguan
binatang,
Cara mencari pertolongan
3.
Pengalaman dan latihan ; Latihan mengidentifikasikan tanaman, Latihan
membuat
trap, dll
4. Peralatan ; Kotak survival, Pisau jungle , dll
Langkah
yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
1) Mengkoordinasi
anggota
2) Melakukan
pertolongan pertama
3) Melihat
kemampuan anggota
4) Mengadakan
orientasi medan
5) Mengadakan
penjatahan makanan
6) Membuat
rencana dan pembagian tugas
7) Berusaha
menyambung komunikasi dengan dunia kuar
8) Membuat
jejak dan perhatian
9) Mendapatkan
pertolongan
Bahaya-bahaya
dalam Survival
Banyak
sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
Ketegangan
dan panik.
Cara
Pencegahan : Sering berlatih, Berpikir positif dan optimis dan Persiapan
fisik dan mental.
Matahari
/ panas
ü Kelelahan
panas
ü Kejang
panas
ü Sengatan
panas
ü Keadaan
yang menambah parahnya keadaan panas : Penyakit akut / kronis, Baru
sembuh
dari penyakit Demam, Baru memperoleh vaksinasi, Kurang tidur, Kelelahan,
Terlalu
gemuk, Penyakit kulit yang merata, Pernah mengalami sengatan udara panas,
Minum
alkohol, Dehidrasi.
Pencegahan
keadaan panas :
ü Aklimitasi
ü Persedian
air
ü Mengurangi
aktivitas
ü Garam
dapur
ü Pakaian
: Longgar, Lengan panjang, Celana pendek, Kaos oblong
Serangan
penyakit
Penyakit
yang biasa diderita pegiat alam bebas adalah demam, Disentri, Typus,
Malaria Kemerosotan mental.
ü Gejala
: Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
ü Penyebab
: Kejiwaan dan fisik lemah atau keadaan lingkungan mencekam
ü Pencegahan
: Usahakan tenang dan tentu saja banyak berlatih,Bahaya
binatang beracun dan berbisa
Keracunan
ü Gejala
; Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret,
kejang
kejang seluruh badan, bisa pingsan.
ü Penyebab
: Makanan dan minuman beracun
ü Pencegahan
: Air garam di minum, Minum air sabun mandi panas, Minum teh
pekat atau di tohok anak tekaknya.
Keletihan
amat sangat
Pencegahan
: Makan makanan berkalori dan Membatasi kegiatan
Bahaya
lainnya dalam survival adalah : Kelaparan, Lecet, Kedinginan [untuk
penurunan
suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian]
Membuat
Bivouck (Shelter)
Membuat
bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya
bertujuan
untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan
gangguan
binatang.
Macam
–macam bivouck :
1.
Shelter asli alam ; Gua [yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada
gas
beracun dan tidak mudah longsor]. Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena
dapat
meruntuhkan dinding gua.
2.
Shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu, atau
separuhnya
alam dan separuhnya butan [misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk
batu
atau pohon tumbang atau ranting kayu]
Syarat
bivouck :
ü Hindari
daerah aliran air [bila terpaksa, maka gunakan bivouck panggung]
ü Di atas
bivouck / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
ü Bukan
sarang nyamuk/serangga
ü Bahan
kuat
ü Jangan
terlalu merusak alam sekitar
ü Terlindung
langsung dari angin
Mengatasi
Gangguan Binatang
1.Nyamuk
; Obat nyamuk, autan, dll , Bunga kluwih dibakar, Gombal / kain butut
[dalam
keadaan memaksa, penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti
gombal]
dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir
nyamuk
, Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
2.Laron ;
Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan
3.Disengat
Lebah ; Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali,
Tempelkan
tanah basah/liat di atas luka sengatan, Jangan dipijit-pijit, Tempelkan
pecahan
genting panas di atas luka, Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan
4.Gigitan
Lintah ; Teteskan air tembakau pada lintahnya, Taburkan garam di atas
lintahnya,
Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, Taburkan abu rokok di atas
lintahnya,
Membuang [mengais] lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada
kambiumnya.
5.Semut
Gatal ; Gosokkan obat gosok pada luka gigitan, Letakkan cabe merah pada
jalan
semut, Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut.
6.Kalajengking
dan lipan; Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar, Ikatlah
tubuh
di sebelah pangkal yang digigit, Tempelkan asam yang dilumatkan di atas
luka,
Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka, Taburkan garam di
sekeliling
bivouck untuk pencegahan
7.Ular
dll ; Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan
binatang
berbisa mematikan harus mempelajari Emergency Medical Care [EMC]
Membaca
Jejak.
Ada
beberapa jenis jejak yang dapat diidentifikasi, yaitu jejak buatan, maksudnya
adalah
jejak yang dibuat oleh manusia dan jejak alami yaitu tanda jejak sebagai
tanda
keadaan lingkungan.
Jejak
alami biasanya menyatakan tentang jenis binatang yang lewat dan ada
disekitar,
arah gerak binatang, besar kecilnya binatang, cepat lambatnya gerak
binatang.
Untuk membaca jejak alami [binatang] dapat diketahui dari telapak yang
ditinggalkan,
kotoran yang tersisa, pohon atau ranting yang patah, lumpur atau
tanah yang tercecer di atas rumput.
Air
Seseorang
dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa
makan,
tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.
Ada air
yang tidak perlu dimurnikan, seperti air hujan langsung. Untuk memperoleh
air
hujan langsung dalam keadaaan sirvive di alam bebas, maka dapat dengan cara
memampung
dengan ponco atau daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
[nesting
atau phipless]
Air
dari tanaman rambat/rotan atau bambu. Cara memperolehnya, yaitu potong
setinggi
mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat
langsung
ditampung atau diteteskan ke dalam mulut.
Selain
rotan, bambu dan tumbuhan rambat, air juga dapat diperoleh pada bunga
(kantung
semar) dan lumut.
Air
yang harus dimurnikan terlebih dahulu antara lain adalah air sungai besar, air
sungai
tergenang, air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter
dari
batas pasang surut). Untuk mendaptkan air di daerah sungai yang kering,
caranya
dengan menggali lubang di bawah batuan
Berikutnya
air juga dapat diperoleh dari batang pisang, caranya tebang batang
pohon
pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya [bongkahnya] lalu buat lubang
ditengahnya
maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan.
Makanan
/ Sosiologi Botani :
Dalam
kondisi hidup dialam bebas ada berbagai makanan yang dapat di konsumsi,
tetapi
harus memperhatikan beberapa syarat dan patokan berikut :
•
Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
•
Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
•
Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
dan
pepaya.
•
Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan, lengan, bibir
dan
atau lidah, tunggu sesaat. Apabila terasa aman bisa dimakan.
•
Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam
Peringatan
:
Hubungan
air dan makanan; Untuk makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit, Makanan ringan yang dikemas akan
mempercepat kehausan, Makanan yang mengandung
protein butuh air yang banyak.
Tumbuhan
yang dapat dimakan dapat diketahui dari ciri-ciri fisik, misalnya :
Permukaan
daun atau batang yang tidak berbulu atau berduri, tidak mengeluarkan
getah
yang sangat lekat, tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan
mengoleskan
daunnya pada kulit atau bibir dan tidak menimbulkan rasa pahit yang
sangat
[dapat dicoba di ujung lidah].
Bagian-bagian
tumbuhan yang dapat dimakan berupa batangnya :
•
Batang pohon pisang (putihnya)
• Bambu
yang masih muda (rebung)
• Pakis
dalamnya berwarna putih
• Sagu
dalamnya berwarna putih
• Tebu
Bagian-bagian
tumbuhan yang dapat dimakan berupa daunnya :
•
Selada air
•
Rasamala (yang masih muda)
• Daun
mlinjo
•
Singkong
Bagian-bagian
tumbuhan yang dapat dimakan berupa akar dan umbinya :
Ubi
jalar, talas, singkong
Bagian-bagian
tumbuhan yang dapat dimakan berupa Buahnya :
Arbei,
asam jawa, juwet
Tumbuhan
yang dapat dimakan seluruhnya :
• Jamur
merang, jamur kayu.
Tetapi
ada beberapa jenis jamur beracun yang ciri-cirinya adalah :
•
Mempunyai warna mencolok
•
Baunya tidak sedap
• Bila
dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
•
Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
• Bila
diraba mudah hancur
• Punya
cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
•
Tumbuh dari kotoran hewan
•
Mengeluarkan getah putih
Selain
tumbuhan, berbagai hewan yang ditemukan di alam dapat dimakan juga,
misalnya
Belalang, Jangkrik, Tempayak putih (gendon), Cacing, burung, Laron,
Lebah,
larva, Siput/bekicot, Kadal [bagia belakang dan ekor], Katak hijau, Ular
[1/3
bagian tubuh tengahnya], Binatang besar lainnya.
Ada
beberapa ciri binatang yang tidak dapat dimakan, yaitu :
•
Binatang yang mengandung bisa : lipan dan kalajengking
•
Binatang yang mengandung racun : penyu laut
•
Binatang yang mengandung bau yang khas : sigung / senggung
Api
Bila
mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan
membuat
api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini
lebih
baik dan panas yang dihasilkan merata.
Cara
membuat api dalam keadaan darurat :
•
Dengan lensa / Kaca pembesar ; Fokuskan sinar pada satu titik dimana
diletakkan
bahan yang mudah terbakar.
•
Gesekan kayu dengan kayu ; Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya
dengan
menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian
dekatkan
bahan penyala, sehingga terbakar
• Busur
dan gurdi ; Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu
atau
parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan
sediakan
bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul /
sabut terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren
Survival kits
Survical
kits adalah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam
perjalanan
sebagai alat berjaga-jaga bila terjadi keadaan darurat atau juga dapat
digunakan
selama perjalanan.
Beberapa
contoh survival kits adalah :
ü Mata
pancing /kait
ü Pisau /
sangkur / vitrorinoc
ü Tali
kecil
ü Senter
ü Cermin
suryakanta, cermin kecil
ü Peluit
ü Korek
api yang disimpan dalam tempat kedap air [tube roll film]
ü Tablet
garam, norit
ü Obat-obatan
pribadi
ü Jarum +
benang + peniti
ü Ponco /
jas hujan / rain coat